WARTADOKTER.COM – Risiko dan Prosedur Bayi Tabung Yang Jarang Diketahui Bagi pasangan suami istri yang sudah lama mendambakan Buah Hati dan mereka sangat kesulitan untuk mempunyai keturunan secara normal, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh pasangan tersebut supaya bisa mendapatkan keturunan dan salah satunya adalah dengan metode bayi tabung. Namun di masyarakat Indonesia, banyak sekali yang belum mengetahui apa sebenarnya proses bayi tabung tersebut, bagaimana prosedur bayi tabung, dan apakah bisa berhasil.

Harus diketahui apabila bayi tabung di dalam dunia kedokteran disebut dengan in Vitro fertilization yaitu sebuah kehamilan yang nantinya terjadi diawali dengan sel telur dibuahi oleh sperma diluar tubuh atau di dalam sebuah tabung, sehingga nantinya bagi perempuan yang memang sangat kesusahan untuk mendapatkan keturunan dengan menggunakan metode bayi tabung tersebut banyak yang berhasil dan ada juga yang gagal.

Prosedur bayi tabung

Bayi tabung memang sangat berbeda dengan kehamilan biasa dikarenakan proses pembuahan terjadi di dalam tubuh dan untuk bayi tabung sendiri untuk proses pembuahan di luar tubuh sang ibu dengan melakukan beberapa prosedur yang sudah ditentukan.

Kebanyakan untuk melakukan prosedur bayi tabung biasanya mereka akan mengkonsumsi obat-obatan, dilakukan beberapa tindakan bedah atau inseminasi buatan bagi mereka yang memang sudah akut untuk susah mendapatkan keturunan.

Namun untuk lebih lengkapnya terkait prosedur yang harus dilakukan bagi seorang perempuan yang ingin melakukan bayi tabung di antaranya sebagai berikut.

  1. Supaya bisa merangsang tubuh wanita dengan melakukan suntik hormon dan tujuannya agar memproduksi beberapa sel telur sekaligus
  2. Akan dilakukan pengujian melalui beberapa tes yang dilakukan oleh dokter ahli seperti tes darah dengan tujuan menentukan kesiapan pengambilan sel telur. Sehingga sebelumnya bagi perempuan nantinya akan diberikan suntikan yang bisa mematangkan sel telur yang berkembang dan memulai proses ovulasi.
  3. Selama dilakukan prosedur pengambilan sel telur, maka biasanya pihak dokter akan terlebih dahulu mencari folikel di dalam rahim dengan memakai bantuan USB dan selanjutnya sel telur akan diambil dengan memakai jarum yang sudah khusus yang mempunyai rongga dan lamanya prosedur tersebut sekitar 30 menit sampai 1 jam lebih.
  4. Ketika dilakukan pengambilan sel telur, maka pasien wanita akan diberikan obat pereda nyeri ataupun diberikan obat penenang dengan dosis yang sesuai.
  5. Selanjutnya sel telur nantinya akan secepatnya dipertemukan dengan sperma pasangan yang pastinya harus diambil pada hari yang sama lalu disimpan di dalam klinik untuk memastikan terkait perkembangannya yang baik dan maksimal.
  6. Setelah embrio berhasil melakukan pembuahan baik untuk sel telur dan sperma dan dianggap sudah matang, maka selanjutnya embrio akan dimasukkan ke rahim sang ibu dan nantinya dokter akan memasukkan tabung penyalur yang disebut kateter, dan alat ini dimasukkan melalui vagina sampai ke dalam rahim.
  7. Setelah 2 minggu transfer embrio maka perempuan yang melakukan bayi tabung nantinya akan diminta untuk melakukan tes kehamilan apakah hamil atau tidak.
BACA JUGA:  6 Jenis Makanan Terbaik Untuk Ibu Menyusui

Risiko bayi tabung

Melakukan proses bayi tabung dipastikan mempunyai risiko yang harus dipertimbangkan oleh suami istri yang ingin mempunyai anak dimana salah satu resikonya yaitu ketika prosedur pengambilan sel telur nantinya akan terjadi infeksi sampai terjadi pendarahan dan terjadinya kerusakan pada beberapa organ lain.

Selain itu ada beberapa risiko lain dari prosedur bayi tabung diantaranya sebagai berikut:

  • Bisa terjadi keguguran
  • Kehamilan kembar Apabila embrio yang ditanamkan ke dalam rahim sang Ibu lebih dari satu
  • Lahir prematur
  • Kehamilan ektopik atau diluar rahim
  • Bayi akan terlahir cacat fisik
  • Sang ibu akan mengalami stress akibat prosedur bayi tabung akan menguras tenaga biaya dan emosi.

Faktor keberhasilan bayi tabung

Untuk keberhasilan yang dilakukan dalam proses bayi tabung sendiri ya Itu tergantung pada usia perempuan tersebut di mana untuk usia optimal melakukan bayi tabung yaitu perempuan yang berusia 23 sampai 39 tahun dengan persentase di bawah usia 35 tahun yang sangat sukses dan berhasil melakukan bayi tabung.

Selanjutnya ada beberapa faktor keberhasilan dalam melakukan bayi tabung itu sendiri diantaranya sejarah reproduksi perempuan, penyebab iinfertilitas, sampai faktor gaya hidup si perempuan.

Itulah penjelasan kami tentang risiko dan prosedur bayi tabung yang harus anda ketahui, di mana dengan melakukan bayi tabung menjadi salah satu hal yang sangat efektif dalam mengobati ketidak suburan bagi suami istri dan mereka pun bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan yaitu kehamilan dan mendapatkan Buah Hati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.